Ketidakpuasan Manusia

Rate this post:
{[['']]}
Okay guys kembali lagi bersama Daniel Stefanus. Hahaha. Sekarang aku akan membuat sebuah cerita baru yang menceritakan tentang ketidakpuasan manusia yang terinspirasi dari kakak perempuanku satu-satunya yang bernama Richa Christiani . Penasaraaann?? Okay langsung sajaa ke TKP!! :D



Hari ini tepatnya tanggal 29 Agustus aku dan kakakku berbincang-bincang di motor tentang ketidakpuasan manusia. Apa kalian setuju dengan statement itu? Bagi yang tidak setuju, harap mengoreksi diri lagi haha.

Di pelajaran ekonomi pun mengatakan kepuasan manusia itu tidak terbatas. Dan itu bener banget. Semua manusia pasti ingin memiliki semua hal yang dia inginkan dan ingin memiliki barang yang sempurna. Bahkan bukan hanya dalam bentuk barang, bisa pacar, istri, atau suami.

Dan saat kakakku bercerita tentang ketidakpuasan manusia, ia memberi tahu sebuah filosofi yang sangat nyata dalam hidup kita.

Filosofinya, ada sebuah toko yang menjual calon-calon istri dengan bibit bebet bobot tertentu, dengan ketentuan setiap lantai calon istri yang dipamerkan memiliki kelebihan yang berbeda dengan lantai yang lainnya. Toko tersebut memiliki 6 lantai. Dan jika melewati lantai pertama dan seterusnya, dilarang kembali ke lantai bawah dan harus keluar di lantai 6.

Seorang pria mencoba peruntungannya untuk mendapat seorang istri dengan masuk ke toko tersebut.
Ketika di lantai 1 pria tersebut di sambut dengan calon istri yang memiliki kriteria : taat beragama dan baik hati. Lalu sang pria pun berpikir untuk melihat calon istri di lantai selanjutnya.

Di lantai 2 sang pria pun terkejut dengan calon istri yang kriterianya lebih dari lantai 1. Yaitu : taat beragama, baik hati, dan sayang terhadap anak. Pria itu yang semakin penasaran mencoba di lantai 3.

Di lantai 3 sang pria semakin terkagum dengan kelebihan yang dimiliki calon istri di lantai 3, yaitu : taat beragama, baik hati, sayang terhadap anak, dan pintar memasak. Sang pria pun berpikir bahwa di atas akan ada lagi yang lebih baik. Kemudian ia naik ke lantai 4.

Sama seperti dilantai sebelumnya, sang pria semakin penasaran akan kriteria calon istri yang akan ia dapat. Di lantai 4 calon istri memiliki kriteria yaitu : taat beragama, baik hati, sayang terhadap anak, pintar memasak dan sayang terhadap keluarga. Ketidakpuasan yang muncul dari diri sang pria tersebut mendorong ia untuk naik ke lantai 5.

Sampai di lantai 5, kriteria calon istri pun semakin membuat ia terkejut, yaitu : taat beragama, baik hati,sayang terhadap anak, pintar memasak, sayang terhadap keluarga dan taat kepada suami.

Dalam hati pria tersebut ia yakin bahwa ia akan mendapat calon istri di lantai ke-6 dengan kriteria yang sempurna. Kemudian ia naik ke lantai 6 dengan bangganya, namun sesampainya di lantai 6, pemilik toko pun menyampaikan sesuatu yang membuat ia terkejut.
"Selamat anda orang kesekian juta yang keluar dengan tangan kosong tanpa membawa calon istri karena ketidakpuasan anda.Terima kasih atas kunjungannya. "
Pria itu pun terkejut dan menyesal atas ketidakpuasannya terhadap memilih calon istri dengan selalu mengharapkan yang lebih.

Itulah filosofinya. Dan peribahasa pun mengatakan ada langit di atas langit. So, syukuri apa yang telah kalianambil. Dan janganlah menjadi orang yang tidak puas akan segala sesuatu, agar kamu tidak mendapatkan hasil yang sangat buruk atas ketidakpuasanmu!

"Selalu ada yang terbaik di antara yang terbaik. Untuk apa mencari yang sempurna, jika yang sederhana membuatmu bahagia."