Pah Mah..

Rate this post:
{[['']]}


Aku merindukan mamah dan papah yang dulu. Aku merindukan suasana rumah seperti dulu. Di saat papah dan mamah masih sering tertawa bersama.

Sebelum kejadian itu terjadi, suasana rumah serasa nyaman dan bahagia. Kadang aku berfikir aku tinggal di keluarga besar yang sangat menyenangkan. Bagiku mamah, papah, dan kakakku adalah malaikat untukku, selalu membuat ku tersenyum dalam keadaan apapun.

Tapi sekarang semuanya telah berubah. Suasana rumah yang dulu nyaman, sekarang berubah seperti neraka yang isinya hanya teriakan dan tangisan. Itu suara mamahku, sekarang mamah dan papahku pasti saja betengkar yang kurang jelas apa alasannya. Kadang, papah memarahi mamah dengan alasan curigaan terus sama suami. Bukankah itu hal yang wajar? Apalagi papahku sekarang sering pulang larut malam, padahal di hubungin ke kantornya dia sudah pulang dari tadi. Apa sebenarnya yang terjadi pada papahku?

Aku ga tega melihat mamah yang terus di marahin papah, aku hanya bisa ikut menangis karena aku masih kecil dan aku belum tau apa yang harus aku perbuat, “mamah jangan nangis terus ya, papah kan cuma boongan marahnya” itu yang selalu aku ucapkan ketika mamah menangis, lalu mamah tersenyum dan mencium keningku “iya sayang”.

Semakin hari, mereka semakin tidak pernah akur. Hingga akhirnya, semuanya terungkap papah ternyata punya istri lain selain mamahku! Apa ini bukan lolucon? Kalau ini semua hanya lolucon untuk menghiburku, menurutku ini sangat tidak lucu!

Aku dan kakakku sangat kecewa dengan papah. Orang yang aku banggakan, yang dari kecil aku anggap dia superhero ku, ternyata melakukan hal seburuk itu! Pah, katakan apa sebenernya salah mamah? Apa kasih sayang mamah, aku, dan kakak kurang untuk papah?

Sekarang suasana rumah sepi, papah yang di rumah cuma makan dan tidur, sisanya di kantor dan di tempat istri ke duanya. Mamah cuma diam di kamar, dia menangis dan terus berdoa. Dia merasa sakit hati, karena telat dikhianati oleh suaminya sendiri yang sudah lama membangun rumah tangga bersama, susah senang bersama. Tapi, aku salut sama mamah dia ga pernah menangis di depanku, dia selalu tersenyum walau aku tau hatinya rapuh. Mamah merupakan makhluk yang paling tegar yang pernah aku kenal, aku ingin seperti mamah menjadi wanita yang tegar menghadapi cobaan yang sangat berat.

Aku ingin kalian tau, aku merindukan mamah dan papah lebih tepatnya kita yang dulu. Apa merubah semunya itu mustahil? Pah, mah aku mau kalian berjanji untuk merubah semua yang terjadi demi aku dan kakaku.


by: My Friend Ayu Meilani

"Disekeliling keluarga adalah hal terindah yang bisa kita rasakan bukan karena harta, tapi karena hati!"