Malu??!!

Rate this post:
{[['']]}
Okay guys ini adalah artikel yang baru yang berjudul "Malu??!!". Judulnya tanggung ya? Haha yasudah mari kita ke TKP!!


Yup untuk artikel yang sekarang, judul yang aku kasih adalah "Malu??!!".
Artikel ini berisi tentang fakta anak-anak zaman sekarang yang banyaknya malu akan apa yang ada di dirinya, dan malu akan apa yang nyata dalam hidupnya. Sebenarnya masih banyak faktor yang lain, namun kali ini aku akan membahas dua faktor itu dulu. ^^

Yang pertama, apa sih salah satu faktor yang mendukung atas kesuksesan kita? Jawabannya adalah pola pikir kita. Banyak anak zaman sekarang yang salah dalam membuat sebuah pola pikir.

Contoh pertama adalah, "Malu akan apa yang ada di dirinya"
Maksudnya adalah, kesuksesan kita itu BERASAL DARI APA YANG ADA DI DALAM DIRI KITA. Namun banyak anak yang MINDER akan apa yang ia miliki. Contoh yang sering terjadi adalah FISIK. Pasti banyak anak zaman sekarang yang iri dengan orang lain karena mungkin lebih cantik, lebih ganteng dan lain-lain.
SUKSES, BUKAN berasal dari FISIK kita. Namun bagaimana cara kita menyikapi DIRI kita menjadi orang yang menarik.
So, kalau kalian termasuk seperti itu, jangan minder lagi. Yang harus kita lakukan adalah memperbaiki PENAMPILAN, bukan minder karena iri dengan orang lain.

Yang kedua adalah "Malu akan apa yang nyata dalam hidupnya"
Maksudnya adalah banyak anak zaman sekarang yang malu dengan apa yang nyata dalam dirinya, keluarganya, dan lain-lain. Banyak anak yang berbohong hanya untuk MENUTUPI hal tersebut agar tidak malu. Mungkin sangat sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Kalau di kisah nyatanya, contohnya ada di dalam hidupku sendiri.

Pertama aku adalah anak yang memiliki adik yang spesial. Mengapa spesial? Karena adikku ini lahir tanggal 17 Januari 2006, dan diberi nama Catrine Stefani Ginting. Sejak usianya yang ke 11 bulan, Tuhan memberikan karunia agar keluargaku tetap selalu utuh dan selalu ada di jalan-Nya dengan cara adikku sakit dan singkat cerita (cerita jelasnya di artikel yang akan datang. hehe) hingga sekarang di usianya yang ke enam tahun setengah, ia BELUM bisa apa-apa. Aku dididik oleh kedua orang tuaku agar TIDAK MALU memiliki adik yang berbeda dengan yang lain. Yup banyak orang yang memiliki saudara yang memiliki perbedaan dengan kita, namun ia MALU untuk mengakuinya. Namun prinsip yang aku pegang adalah orang yang spesial, bukan butuh materi kita, namun butuh KASIH SAYANG kita. Dan untuk apa malu mengakuinya? Toh semua pasti akan tahu.

Kedua aku adalah anak yang mungkin sangat jarang main-main bersama teman, anak yang gaptek, dan lain-lain. Mengapa? Orang tuaku memiliki sebuah warung kecil, dan aku mungkin 3 atau 4 hari sekali harus belanja untuk mengisi warung keluargaku itu. Aku pun sekarang sudah kerja kecil-kecilan dengan membuka les privat. Walau gaji yang aku terima tidak seberapa, namun cukup untuk menabung setiap bulannya untuk kuliah nanti. Jadi, aku setiap harinya baru sampai rumah itu sekitar jam 6 atau tujuh, dan paling lama adalah jam setengah 9 malam. Itu bukan main, namun kerja. Keluargaku termasuk kedalam keluarga yang cukup, namun orang tuaku mendidik aku dari kecil agar tahu yang namanya susah. Bukan karena mereka pelit, namun agar aku dapat menghargai uang dan waktu. Awalnya aku malu karena aku sangat gaptek. But it's okay.

So, ngapain malu dari apa yang memang nyata dalam hidup kita? Orang yang melihat kepolosan, kejujuran, dan rasa gigih semangat kita, tidak akan membuat mereka menjauh, namun mereka akan bangga melihat kita yang tidak malu akan apa yang nyata sebenarnya.

Inti dari artikel ini adalah jangan malu dengan diri kita. Yang harus kita ubah adalah PENAMPILAH DIRI KITA, dan kita harus menjadi anak yang menerima akan kenyataan. Toh itu semua tidak akan sia-sia. Kenyataan yang ada, adalah kunci pelajaran hidup bagi diri kita sendiri, dan bagi orang lain yang MEMANDANG diri kita, sehingga kita bisa menjadi anak yang mau berpikir kedepan untuk melihat zaman modern ini, namun TIDAK hanya menggunakan itu, namun MAU BERPIKIR untuk MENCOBA menjadi sebuah hal baru DIMASA DEPAN, agar semua orang dapat melihat hasil jeripayah kita DI MASA LALU, dan melihatnya DI MASA DEPAN.

"Hasil yang kita tanam dari sekarang, itulah yang akan kita tuai nantinya. Jangan malu atas dirimu, agar jeripayah kita DI MASA LALU dapat dipandang orang DI MASA DEPAN."