Entah Apa Namanya...

Rate this post:
{[['']]}

Hemm ini adalah kisah aku yang sudah lama aku lihat dan sangat menyentuh hidupku.
Setiap kali aku ke gereja, aku selalu melihat seorang lelaki dengan tubuh tegap, dengan penampilan yang simple, berkulit putih, dan memiliki rambut gimbal seperti anak-anak rege. Dulu sih setiap melihat dia biasa saja.

Namun ternyata dia ke gereja dengan Ibunya yang sudah tua renta. Minggu ke minggu aku selalu melihat dia ke gereja, dan selalu bersama dengan Ibunya. Dalam hati sangat merasa bangga dengannya. Karena tampilannya yang seperti anak nakal, namun selalu datang ke gereja dengan membawa Ibuny

Dan yang membuatku tersentuh adalah setiap kali gereja selesai, ia selalu merangkul Ibunya hingga parkiran, dan memakaikan Ibunya helm. Waw aku sangat tersentuh melihat itu. Karena untuk zaman sekarang, jarang ada anak yang selalu merangkul Ibunya dan setia menemani Ibunya. Hmm kisah itu seperti mencambuk hati aku.

Dan dan dan, setiap kali mereka ke gereja, mereka selalu duduk di depan, mereka sangat ramah, ah pokoknya sangat hebat. Zaman sekarang ke tempat ibadah itu bareng sama pacar atau yang lainnya. Ini setia berdua dengan Ibunya. Dan sangat-sangat terlihat bahwa ia sangat sayang terhadap ibunya.

Itulah sebabnya aku beri judul artikel ini "Entah Apa Namanya..."
Aku sendiri tidak tahu harus memberi judul apa. Cerita ini dapat kita jadikan cermin bahwa orang tua terutama Ibu kita adalah segalanya untuk kita. Jangan sampai pada akhirnya hanya menjadi PENYESALAN dalam hidup, yang pada akhirnya mereka akan dipanggil oleh Tuhan, dan disaat kita menyesal, yang akan kita ucapkan adalah "ANDAI SAJA DULU......"

Itu tuh tetap saja percuma. So, jangan malu untuk mempunyai orang tua kita sekarang. Karena apa yang telah Tuhan berikan, itulah yang terbaik untuk kita.

"Semua orang pasti pernah berpikir andai saja kita dilahirkan dengan orang tua berkecukupan dan bla bla bla. Tapi apakah kita pernah berpikir, bagaimana bila rang tua kita pun berpikir andai saja SAYA MEMILIKI ANAK YANG SAYANG KEPADAKU."