A Massive Change

Rate this post:
{[['']]}
Okay guys sekarang kita kembali ke artikel yang baru. Yang berjudul "A Massive Change" atau artinya adalah "perubahan besar-besaran". Tujuan dari artikel ini adalah untuk membahas Bangsa kita yaitu Bangsa Indonesia, terutama masalah pendidikan.

Kita tahu sendiri, untuk sekarang ini pendidikan di Indonesia mencapai puncak kerusakan. Dalam artian Pemerintah sudah terlanjur jauh sekali memimpin dengan tidak pas. Mengapa tidak pas? Terutama dengan berita di hapusnya RSBI. Pertanyaannya, apa sebab dari Pemerintah menghapus RSBI? Yang kedua, pertanyaannya adalah, kenapa baru sekarang di hapusnya?

Kesimpulan yang aku dapat itu adalah sebab Pemerintah menghapus RSBI adalah karena RSBI membutuhkan biaya yang besar, yang dengan tidak langsung menutup kemungkinan untuk anak-anak berprestasi yang ekonominya kurang untuk duduk di sekolah berlabel RSBI.

"Tapi kan ada jalur prestasi, jadi semua biaya di tanggung Pemerintah." Itulah sanggahan orang terhadap permasalahan pendidikan. Nah logikanya, seandainya banyak banget anak yang kurang mampu, namun berprestasi, pasti dana yang di berikan Pemerintah pun akan semakin kecil. Yang endingnya memungut bayaran ke pihak anak tersebut lagi. Yang kedua, pihak sekolah sendiri yang kadang hanya ingin untung. Yang harusnya gratis, pihak sekolah meminta pungutan. Yang ketiga, menurut ku mengapa RSBI ini di cabut, karena tidak semua RSBI melahirkan siswa berprestasi, karena semua RSBI meminta pungutan biaya yang mahal, namun sebenarnya tidak menampilkan bahwa sekolah itu adalah sekolah RSBI.

Nah sekarang banyak anak muda yang berkata, aku ingin jadi duta pendidikan biar pendidikan di Indonesia mengalami perubahan besar-besaran. Wah kalimat yang bagus. Namun sayangnya, untuk apa kita jadi duta pendidikan, namun Pemerintahan masih kacau? Logikanya seperti ini, anggap Pemerintah sebagai orang tua, dan duta-duta sebagai anaknya yang kecil. Apakah pendapat anaknya yang kecil ini akan 100% didengar oleh orang tuanya? Pasti akan dianggap main-main.

So, intinya adalah mengapa kita harus bercita-cita sebagai duta pendidikan, sedangkan cita-cita sebagai pimpinan tertinggi di Indonesia masih terbuka luas? Kalau kita ingin mengalami perubahan sebesar-besarnya, ubahlah dulu sumbernya! Atau akarnya, atau bisa dikatakan ubahlah dulu tata cara Pemerintahannya. So, siapa yang akan mengubah pendidikan Indonesia kalau bukan kita yang kerja sama? Saat kita lingkup yang kita pegang ini maju, jangan melihat lingkup orang lain dulu. Tapi liat lingkup kita. Apa semua sudah sejahtera? Kalau sudah, baru lah kita melihat ke atas. Jangan lingkup kita belum beres, sososoan liat keatas dan ngikutin apa yang ada di atas. Ya akan membuat lingkup ini akan semakin hancur.
A Massive Change akan terjadi saat kita berani merubah semua dari atas.