Appreciate The Money

Rate this post:
{[['']]}
 "Appreciate The Money" adalah judul artikel aku yang baru. Bagi yang belum tahu apa artinya, artinya adalah "Menghargai Uang". Kalau misal bahasa inggrisnya salah, maaf ya. Hehehe

"Loh kok judulnya tentang uang?" mungkin dari kalian yang baca judul artikel ini merasa heran dengan judulnya. Mungkin karena aku yang sebagai penulis yang menulis tentang cerita motivasi dan baru berusia 15 tahun yang sebentar lagi 16 tahun #curhat malah membicarakan tentang uang. Penyebab aku membuat artikel tentang uang karena aku berharap bahwa anak muda sekarang dapat menghargai semua hal terutama uang yang ia miliki.

Penyebab aku membuat tentang menghargai uang karena aku merasa tersentuh dengan seseorang yang menitipkan barang jualannya di warung mama ku. Ia adalah seorang ayah yang menjual dagangan berupa mainan anak-anak. Bedanya ia dengan pedagang mainan yang lain adalah ia tidak menjual mainan serba seribu, namun serba lima ratus rupiah. Terdengar biasa saja, namun yang membuat aku tersentuh adalah jualannya sering hanya satu, dua, atau tiga mainan saja. Logikanya, kalau disitu tertulis serba lima ratus, berarti harga yang ia jual untuk warung yang ia titipkan pasti kurang dari lima ratus rupiah. Dan yang ia jual ke warung mama ku adalah 4 ratus rupiah. Dan tepat hari ini, ia menukar mainan yang ia titipkan dengan yang baru. Dan yang laku hanya 6. Sehingga yang harus di bayar kepadanya hanyalah Rp 2400 saja.

Dan yang lebih membuat aku tersentuh adalah saat pertama kali ia menukarkan mainannya itu, dan yang laku terjual hanyalah 2 mainan. Berarti yang harus di bayar oleh mama ku hanyalah Rp 800 saja. Waw aku benar-benar tidak tega. Pernah kah kita bayangkan bahwa lima ratus rupiah itu sangat berharga? Mungkin jarang untuk anak muda yang memang ia terlahir di tengah keluarga yang ekonomi cukup berada untuk berpikir tentang hal itu.

Dan aku bilang ke mama, "ma, kasian ya." Dan jawaban mama ku adalah "Ya, itulah hidup."
Dari situlah aku terus-terusan merenung tentang hal ini. Bayangkan saja, seorang ayah yang menghidupi keluarganya hanya dengan ribuan-ribuan kecil. Dan yang membuat aku merasa semakin iba kepadanya saat mama ku mengatakan kasihan terhadapnya, dan ia menjawab "tidak apa-apa bu. Nanti juga bisa diputar lagi." Menandakan ia tidak pernah patah semangat untuk memperpanjang hari bersama keluarganya.

Cobalah untuk menghargai uang. Karena di dunia ini semua hal membutuhkan uang.
Jangan sampai kita menyepelekan uang. Mungkin ini sering aku tuangkan di artikel yang lain. Bahwa banyak orang yang sudah terlalu nyaman dengan menyepelekan uang, karena ia hidup di sekeliling yang ekonominya baik, sehingga ia terlalu santai, nyaman, dan tidak mau berusaha. Bayangkan seandainya uang itu pergi saat kita mulai terbiasa dengan ekonomi yang baik, dan apa yang kita dapat lakukan? Tidak ada.

Coba agar kita menjadikan semua hal itu chalenge. Agar kita itu tidak menganggap hal tersebut menjadi sepele terutama dengan uang. Cobalah menggunakan uang sebaik mungkin. Jujur aku sudah mulai untuk memberi terhadap orang yang lebih membutuhkan. Memang nominalnya hanya sedikit. Tapi untuk mereka itu besar.
Memang nominalnya sedikit, tapi bagi mereka itu besar.
Coba kita teliti quote di atas. Quote di atas itu memiliki dua arti. Arti pertama adalah untuk kita memang nominalnya hanya sedikit, namun karena mereka membutuhkan, nominal yang sedikit itu menjadi besar.

Arti yang kedua adalah walau nominal itu kecil, namun dapat menjadi besar. Makdunya adalah uang satu juta, tidak akan menjadi satu juta kalau tidak ada seratus rupiah.

Coba jadikan kalimat itu menjadi pacuan hidup. Aku yakin kita semua dapat menjadi orang yang bisa menghargai uang, sehingga uang juga menghargai kita, sehingga kita dapat mencapai apa yang kita mau.

Jadikan segala sesuatu menjadi sebuah tantangan. Karena dengan adanya tantanganlah kita dapat merasakan segala sesuatu itu berharga. Kita dapat merasa bahwa segala sesuatu itu butuh perjuangan. Karena tidak akan ada orang SUKSES kalau tidak ada orang yangGAGAL. NAMUN tidak akan ada orang sukses, sebelum ia merasa GAGAL.