Santapan Malam Minggu Eps #3

Rate this post:
{[['']]}
Welcome guys! Kembali lagi untuk kali yang ketiga kita berkumpul di sini untuk merayakan malam minggu bersama Tuhan #aseek. Kali ini aku memberi tema di episode ketiga adalah "Problem in the Problem". Pesanaran? (eh penasaran maksudnya) Langsung saja ke KTP! (TKP maksudnya)



"Problem in the Problem"
Mungkin itulah yang pas untuk judul kita kali ini. Yang artinya adalah "Masalah di dalam Masalah" Kalau tidak salah sih itu artinya. Kalau salah, ya maafin saja. Hehe

Kita tahu bahwa kita hidup di dunia ini sebagai patriot-patriot Allah kita. Kita di taruh di Indonesia, sebagai patriot kecil Allah. Nah, pernahkah, atau seringkah atau bahkan sangat sangat sering kita merasa bahwa "Tuhan, masalah satu belum selesai. Tapi kok masalah yang lain sudah datang?"

Apalagi kita berada di antara orang-orang yang tidak sama dengan kita. Pasti kita sering merasa kesal, dan lain sebagainya dengan suasana saat itu, dan entah kita mau mengadu kepada siapa, entah mau melampiaskan kekesalan kita kepada siapa. Bahkan aku sendiri pernah berkata di dalam hati, "Tuhan, aku tahu aku manusia yang berdosa seperti layaknya mereka. Tapi aku ini anakmu Tuhan. Aku tidak mau Bapaku mendengar hal yang tidak baik yang diberikan mereka untukMu. Apa yang harus aku balas Tuhan?" Dan seketika itu juga, Bapa kita menjawab supaya kita mendoakannya. Terdengar sulit, dan ternyata memang sulit untuk mengampuni mereka yang sudah memberikan kata-kata kepada Bapa kita yang membuat kita sangat kesal. Tapi itulah Bapa kita. Tuhan yang ajaib. Tuhan yang memang menunjukkan hal kebaikan memang dari kelakuan-Nya sendiri saat Ia turun ke dunia menjadi manusia.

Terus terus terus, karena kita terlahir di antara yang berbeda, banyak saudara kita yang malah menjauhi Tuhan kita. Iya apa iya? Terus cara utama yang harus kita lakukan itu apa sih?

Caranya adalah terima Tuhan Yesus sebagai Juru selamat dirimu satu-satunya. Mungkin berulang-ulang kali aku sudah bilang hal itu. Tapi tapi tapi, mengapa si diri ini kembali lagi mengucapkan kalimat itu? (please lebay banget) Karena di dalam Tuhan segala sesuatu yang tidak terpikirkan, yang tidak mungkin bagi kita, itu semua menjadi mudah di dalam Tuhan. Tapi di artikel bagian awal aku sudah singgung dengan kata-kata "Tuhan, masalah satu belum selesai. Tapi kok masalah yang lain sudah datang?" Kita pasti sering merasa masalah satu belum selesai, tapi kok adaaaa saja yang membuat kita kesal, atau bahkan memang masalah baru yang sudah menghampiri kita. Katanya, disaat kita terima Tuhan Yesus, kita akan merasa sukacita selalu, bahagia di dalam Tuhan, dll? Tapi mengapa disaat kita SUDAH menerima Tuhan sebagai Juru Selamat hidup kita, malah semakin banyak masalah yang kita hadapi. Dan itulah yang membuat banyak orang berpisah lagi dengan Tuhan. Karena ia tidak kuat dengan masalah di dalam masalah tersebut.
Dan dan dan, karena itulah banyak orang membuat kesimpulan yang salah salah salah besar bro!

Apa kesimpulan yang dimaksud itu? Kesimpulan yang salah itu adalah bahwa Tuhanlah yang membuat pencobaan untuk kita sebagai pengukur apakah kita ada di dalam Dia, dan Dia di dalam kita atau tidak. ITU SALAH BESAR! Karena Tuhan kita TIDAK PERNAH mencobai anak-anak-Nya. Perlu bukti?
Yakobus 1:13-14  (13)Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. (14)Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Sudah tertulis dengan jelas, bahwa Tuhan kita tidak mungkin mencobai dengan berbagai masalah untuk kita. Tapi, kalian melihat ada sesuatu tidak di dalam ayat di atas? Setelah aku merenung (lebay) ternyata ada sesuatu yang tertutupi dari ayat tersebut. Apakah itu? Yaitu kata terakhir dari ayat 14. Yaitu "olehnya". "olehnya" disini itu menunjukkan kepada siapa? Yup! Benar! Kata tersebut ditunjukkan kepada sang iblis! Sehingga, kalau kita terjemahkan kedalam bahasa yang ringan, menjadi "Setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia tergoda dan terpikat oleh iblis."

Iblis itu tugasnya adalah menggodai orang-orang agar tidak ada orang yang percaya kepada Yesus. "Terus, kenapa orang yang terima Tuhan Yesus, malah mempunyai masalah yang semakin berat dibandingkan yang tidak percaya Tuhan Yesus?" Sangat jelas penyebabnya adalah, karena dia takut kalau kita memang benar-benar hidup di dalam Tuhan. Sehingga ia membuat berbagai masalah agar kita lari dari Tuhan. Namun karena kita tidak sadar itu adalah perlakuan si iblis, kita jadi membuat sebuah kesimpulan bahwa Tuhanlah yang memberikan pencobaan itu, padahal bukan. Dan, bagi yang tidak percaya Yesus, ya si iblis sih santai-santai saja. Ia tidak perlu capek mencari cela dari mereka yang tidak percaya Tuhan. Karena di dalam diri mereka, sudah terbuka lebar cela bagi iblis. Sehingga ia santai kepada mereka, dan karena itulah kita merasa bahwa orang yang tidak percaya Tuhan, TERLIHAT seperti tidak ada masalah. Padahal, mereka itu mempunyai masalah terbesar. Yaitu mereka tidak punya sukacita yang berasal dari Tuhan Yesus.

Dan dan dan, disaat kita dapat mengalahkan si iblis, jangan sampai kita berpikir bahwa si iblis menyerah, dan tidak akan mengganggu kita lagi. Karena saat iblis merasa kalah, ia bukan kalah, melainkan mundur sesaat dan mencari waktu yang tepat. Seperti halnya yang tertulis di Alkitab
Lukas 4:13 Sesudah iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik
Dan jangan salah, disaat ia kembali lagi, ia akan mencari waktu dimana kita mulai lengah di dalam Tuhan, dan ia akan memberikan pencobaan yang jauh lebih berat lagi, agar kita merasa Tuhan tidak hadir di hidup kita. So, mari kita kalahkan si iblis, dan jaga hati kita agar kita tidak lengah, dan tidak TERPANCING oleh akal dari si iblis.

Dan sebenarnya, positifnya pencobaan bagi kita sangatlah baik, kalau kita lihat dan kita bawa masalah itu di dalam Tuhan. Jawabannya itu ada di 1Petrus 1:7
Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya
 Masalah yang kita alami, adalah tempaan bagi diri kita. Come on bro, kita permaluka si iblis dengan cara saat ia menempa kita, ia akan semakin melihat bahwa kita adalah emas milik Tuhan Yesus yang kemurniannya lebih dari emas 24 karat. Agar iblis melihat kita 100 persen anak Tuhan.

So so so, TANAMKAN paragraf terakhir ini di dalam pikiran kita. Yaitu, 

apa yang kita rasa, apa yang kita lihat, dan segala sesuatu yang bisa membuat kita kesal, bete, marah, capek, dll, itu adalah akal bulus dari si iblis. Mari kita permalukan iblis bersama Tuhan Yesus, bahwa kita adalah satu tim yang sangat kuat, agar iblis melihat kita bahwa kita memang dilahirkan sebagai patriot kecil Allah, yang walaupun kecil, namun punya pengaruh besar dalam memperluas Kerajaan-Nya, sehingga yang awalnya kita merasa "Masalah di dalam Masalah", karena kita bersama Kristus, menjadi "BERKAT di dalam MASALAH" 
God Bless You All  :-D

Wahyu 3:10-11  (10)Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. (11)Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.